Nov 12

CNN Indonesia Logo

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia Selasa, 04/11/2014 21:09 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Supreme Energy berhasil mendapatkan pinjaman dana US$ 50 juta dari Asian Development Bank (ADB). Melalui anak usahanya yakni Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), dana tersebut akan dipakai untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2x110 Megawatt (MW) di Rantau Dedap, Muara Enim, Sumatera Selatan.

"Dana ini untuk rencana eksplorasi yang akan dilaksanakan tahun depan. Soalnya Kami berencana mengebor 5, plus 2 sumur kontingensi lagi," ujar Chief Executive Officer Supreme Energy, Triharyo Indrawan Soesilo di Jakarta, Selasa (4/11).

Pada tahap pertama, kata Triharyo, pihaknya akan menggelontorkan dana sebesar US$ 120 juta sampai US$ 180 untuk melakukan pengeboran sumur eksplorasi. Adapun manajemen Supreme menargetkan pembangunan proyek PLTP Rantau Dedep bisa selesai pada 2019. "Kira-kira butuh waktu 30 bulan sampai 36 bulan untuk membangun pembangkit. Mudah-mudahan proyek ini bisa onstream sesuai target di 2019," tambahnya.

Untuk diketahui, proyek PLTP Rantau Dedap diperkirakan menelan dana hingga US$ 900 juta. Untuk menutupi kekurangannya, manajemen Supreme berencana mencari tambahan dari pinjaman sindikasi bank swasta. Namun Triharyo masih enggan membeberkan rencananya tersebut.

"Kami akan fokus dulu ke eksplorasi dan memastikan cadangan yang terkandung di Rantau Dedap dulu. Setelahnya baru bicara dengan bank mengenai pendanaan," terangnya.

Dari yang dijadwalkan, konstruksi proyek PLTP Rantau Dedap akan dikerjakan Supreme Energy bersama perusahaan konsorsium antara Sumitomo Corporation dan GDF Suez. Dimana listriknya akan dijual ke PT PLN (Persero) dengan harga 8,86 cent USD/KWh sesuai dengan perjanjian jual beli listri atau  power purchse agreement (PPA) yang diteken 2012 silam.

Sementara itu Direktur ADB, Christopher Thieme memastikan pihaknya akan terus mendukung Indonesia didalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan. "Energi ini ramah lingkungan dan sejalan dengan program pembiayaan ADB. Selain itu Indonesia juga diketahui memiliki energi Geothermal yang sangat besar di dunia dan belum banyak dimanfaatkan," tutur Christopher.

Berdasar catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi panas bumi Indonesia diketahui mencapai 28.910 MW. Namun hingga kini baru 1.341 MW atau sekitar 4,6% yang dimanfaatkan.