Feb 07

1

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI

Presiden Direktur PT SERD Supramo Santosa bersama Bupati Muaraenim Muzakir dan pejabat muspida dan muspika Sumsel, Muaraenim dan Lahat, di Desa Rantau Dedap, Kecamatan SDU, Muaraenim, Senin (3/2/2014).

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) melakukan kegiatan Penanjakan (Spud In) sumur eksplorasi pertama (RD-B1) WKP Rantau Dedap, di Desa Rantau Dedap, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Muaraenim, Senin (3/2/2014) sekitar pukul 12.00.

Menurut Presiden Direktur PT SERD Supramo Santosa, President & CEO PT SERD Triharyo Indrawan Soesilo, bahwa sejak bulan Januari 2008, pihaknya mulai melakukan studi geologi dan lain-lain. Setelah itu melalui proses yang cukup panjang sekitar enam tahun.

Lalu pada bulan Desember tahun 2012, mulai melakukan penandatangan jual beli listrik dengan PLN. Setelah itu, baru melakukan pembangunan infrastruktur.

Satu sumur ini, untuk membuktikan apakah ada potensi panas bumi di Rantau Dedap ini. Jika semuanya berjalan lancar, sekitar tahun 2018, baru bisa menikmati listrik dari sini.

Proyek panas bumi, memerlukan modal yang sangat besar dan resiko yang besar. Namun ini perlu dilakukan, karena kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat. Makanya proyek panas bumi ini merupakan satu-satunya energi yang bersih yang bisa memenuhi kebutuhan energi.

Selama melakukan pengerjaan, tentu banyak hal yang menganggu kenyamanan masyarakat sepeti debu dan lain-lain.

Menurut geologi, daerah ini merupakan salah satu daerah yang terbaik untuk menghasilkan panas bumi.

Direktur Panas Bumi Tisnaldi, mengucap syukur kepada Allah SWT, apresiasi dengan dan doa. Ini proyek nasional bila perlu proyek global. Sebab energi ini sangat ditunggu untuk menggantikan energi fosil, sebab ke depan akan habis.

Jika PLN tidak ada maka proyek panas bumi ini tidak ada. Untuk energi Migas, batu bara, biomassa, air, matahari, panas bumi, Sumsel semuanya punya. Untuk itu harus kita gunakan dengan baik dan bijaksana.

Potensi di Indonesia 29 GW, dan 90 persen ada di Sumsel potensinya sebesar 2100 MWe dan ini merupakan potensi terbesar di dunia.

Pada tahun 2018, jika proyek ini berhasil akan bisa menggantikan kebutuhan minyak bumi sebanyak 1240 barel perhari.

Diharapkan dengan adanya pengembangan panas bumi akan bisa dapat meningkatkan PAD dimana tempat proyek ini berada, meningkatkan perekonomian serta membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja terutama di masyarakat sekitar perusahaan. Bupati Muaraenim Ir H Muzakir SS, penantian ini memang sudah sangat lama.

Dan mudah-mudahan dengan dimulainya penanjakan ini, ke depan benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

Dan kepada masyarakat untuk menjaga sehingga pembangunan proyek ini bisa berjalan dengan baik.

"Kita doakan minimal satu sumur 10-25 MWe," ujar Muzakir.