Dec 13

PLN Beli Listrik dari PLTP Rantau Dedap

Penulis : Evy Rachmawati | Senin, 12 November 2012 | 18:15 WIB

KOMPAS/ICHWAN SUSANTO Ilustrasi: Sumber energi panas bumi (geothermal).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sepakat membeli tenaga listrik dari energi panas bumi kepada pihak PT Supreme Energy Rantau Dedap.

Pasokan listrik itu berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap berkapasitas 2 x 110 megawatt yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan, dan akan beroperasi secara komersial tahun 2017.

Penandatanganan PPA PLTU Rantau Dedap ini dilakukan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji den...

Dec 13

PEMBANGKIT LISTRIK: PLTP Rantau Dedap Beroperasi 2017

JAKARTA: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap, Sumatera Selatan direncanakan beroperasi komersial pada akhir 2017.

Kapasitas pembangkit panas bumi ini ditargetkan sekitar 2 x 110 Mega Watt (MW).

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan penandatangan Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT Supreme Energy Rantau Dedap, yakni konsorsium perusahaan yang beranggotakan PT Supreme Energy, GDF Suez, dan Marubeni Corporation.

Mereka berencana membangun PLTP Rantau Dedap dengan harga yang disepakati sekitar US$ 8,86 sen per kWh atau US$ 0,0886 per k...

Dec 13

Power Deal Signed for Geothermal Plant

A power purchase agreement has been signed for a geothermal power plant in southern Sumatra, helping to increase Indonesia’s source of alternative electricity production.

State-utility firm Perusahaan Listrik Negara signed the pact with Indonesia’s Supreme Energy, Japan’s Marubeni and France’s GDF Suez — three companies that will build the $2.2 billion facility. The plant will have two 110 megawatt generators.

Under the agreement, PLN will pay 8.86 cents per kilowatt hour to the consortium for 30 years, said PLN’s president director, Nur Pamudji on Monday.

He added the agreement was based on a...

Nov 21

Pemanfaatan Panas Bumi Lamban

Kardaya: Kita Terancam jadi Importir

Padang Ekspres • Jumat, 20/07/2012

Jakarta, Padek—Perkem­bangan eksploitasi panas bumi untuk sumber energi pem­bang­kit listrik di Indonesia dinilai lamban. Setelah 30 tahun sejak lapangan panas bumi Kamo­jang, Jawa Barat pertama kali dibuka, baru 1.200 MW dari potensi yang dimanfaatkan. Padahal, potenis diperkirakan 29.000 MW atau 40 persen dari potensi dunia.

”Indonesia adalah negara terbesar di dunia yang memiliki potensi panas bumi. Tetapi ironisnya, baru sekitar 2 persen yang digunakan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. Sedangkan program p...

Nov 07

UU Panas Bumi Akan Diamendemen

NURSEFFI DWI WAHYUNI & DUDI RAHMAN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Asosiasi Panas Bumi Indonesia mengusulkan amendemen Undang-Un¬dang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi untuk mengoptimalkan pengembangan potensi panas bumi yang berada di kawasan hutan konservasi dan taman nasional.

Luluk Sumiarso, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, mengatakan dalam UU tersebut pengembangan panas bumi dikategorikan sebagai aktivitas pertam¬bangan, sedangkan UU No¬mor 41 Tahun 1999 tentang Penggunaan Kawasan Hutan dinyatakan penggunaan kawasan konservasi hanya di...